Pengetahuan

Pengenalan Perbedaan Antara Pipa Baja Biasa dan Pipa Las Spiral

Pipa baja dapat dikategorikan berdasarkan metode pengelasan, termasuk pipa las busur, pipa las resistansi frekuensi tinggi atau frekuensi rendah, pipa las gas, pipa las tungku, pipa Bundy, dll. Lebih jauh, pipa baja dapat dibagi menjadi pipa las longitudinal dan pipa baja spiral menurut bentuk jahitan las. Pipa baja las elektrik digunakan dalam industri pengeboran minyak dan manufaktur mesin.

Spesifikasi untuk pipa baja berkisar dari Φ219 hingga Φ2032, dengan ketebalan dinding bervariasi dari 5 mm hingga 18 mm, dan bahan termasuk Q235, Q345, dan mutu X42-70.

Pipa baja las spiral diproduksi dengan membengkokkan potongan atau pelat baja menjadi bentuk lingkaran, persegi, atau bentuk lainnya, kemudian mengelasnya bersama-sama, sehingga menghasilkan pipa baja dengan jahitan yang terlihat pada permukaannya.

Klasifikasi Pipa Baja Las:

Berdasarkan metode pengelasan: pipa las busur, pipa las resistansi frekuensi tinggi atau frekuensi rendah, pipa las gas, pipa las tungku, pipa Bundy, dll.

Berdasarkan bentuk jahitan las: pipa las longitudinal dan pipa las spiral.

Pipa baja yang dilas secara elektrik digunakan dalam pengeboran minyak, pembuatan mesin, dll. Pipa yang dilas tungku dapat berfungsi sebagai pipa air dan gas, sedangkan pipa yang dilas memanjang berdiameter besar digunakan untuk transportasi minyak dan gas bertekanan tinggi. Pipa yang dilas spiral cocok untuk transmisi minyak dan gas, tiang pancang pipa, pilar jembatan, dll.

Pipa baja yang dilas umumnya lebih murah dan lebih produktif daripada pipa baja tanpa sambungan. Pipa yang dilas secara longitudinal memiliki proses produksi yang sederhana, efisiensi tinggi, biaya rendah, dan pengembangan yang cepat. Di sisi lain, pipa yang dilas spiral biasanya menunjukkan kekuatan yang lebih tinggi daripada pipa longitudinal, sehingga memungkinkan produksi pipa berdiameter lebih besar dari strip yang lebih sempit. Pipa ini juga memungkinkan pembuatan pipa dengan diameter yang bervariasi dari lebar strip yang sama.

Namun, dibandingkan dengan pipa longitudinal dengan panjang yang sama, pipa las spiral memiliki jahitan las 30~100% lebih panjang, sehingga kecepatan produksinya lebih lambat. Oleh karena itu, pipa dengan diameter lebih kecil sebagian besar menggunakan pengelasan longitudinal, sedangkan pipa dengan diameter lebih besar lebih menyukai pengelasan spiral. Pipa baja las busur terendam spiral diproduksi dengan membengkokkan strip baja canai panas secara spiral dan mengelas jahitan bagian dalam dan luar menggunakan metode pengelasan otomatis busur terendam.

Alasan Meluasnya Penggunaan Pipa Baja Spiral dalam Produksi Berdiameter Besar:

Dengan mengubah sudut pembentukan, berbagai diameter pipa baja dapat diproduksi dari lebar strip yang sama.

Karena pembentukan tekukan yang terus-menerus, pemotongan pipa baja sesuai panjangnya tidak terbatas.

Jahitan las spiral didistribusikan secara merata di seluruh keliling pipa, menghasilkan akurasi dan kekuatan dimensi yang tinggi.

Dimensi yang mudah disesuaikan membuatnya cocok untuk produksi pipa baja multi-variasi dalam jumlah kecil.