Pengetahuan

Cacat Pengelasan Umum pada Pipa Baja Spiral

Zona pengelasan busur terendam rentan terhadap cacat seperti porositas, retak panas, dan undercutting.

Porositas: Porositas sebagian besar terjadi di bagian tengah manik las. Alasan utamanya adalah hidrogen tetap tersembunyi di dalam logam las dalam bentuk gelembung. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk menghilangkan cacat ini meliputi pertama-tama menghilangkan karat, minyak, air, dan kelembapan dari kawat las dan jahitan las. Kedua, sangat penting untuk mengeringkan fluks secara menyeluruh untuk menghilangkan kelembapan. Selain itu, meningkatkan arus, mengurangi kecepatan pengelasan, dan memperlambat laju pemadatan logam cair juga merupakan metode yang efektif.

Retak Sulfur (Retak yang Disebabkan oleh Sulfur): Saat mengelas pelat dengan zona segregasi sulfur yang kuat (terutama baja berbingkai lunak), sulfida di zona ini dapat masuk ke logam las, yang menyebabkan retak. Alasannya adalah adanya sulfida besi dengan titik leleh rendah di zona segregasi sulfur dan hidrogen di baja. Untuk mencegah hal ini, penggunaan baja semi-killed atau baja killed dengan zona segregasi sulfur yang lebih sedikit efektif. Selain itu, memastikan kebersihan dan kekeringan permukaan las dan fluks juga diperlukan.

Retakan Panas: Dalam pengelasan busur terendam, retakan panas dapat terjadi di dalam manik las, khususnya pada kawah awal dan akhir busur. Untuk menghilangkan retakan ini, pelat penyangga biasanya dipasang pada titik awal dan akhir busur. Saat mengelas pipa spiral, membalikkan pipa dan menumpuk las di akhir rangkaian pengelasan kumparan juga dapat membantu. Retakan panas kemungkinan besar terjadi saat tegangan las tinggi atau saat kandungan silikon (Si) dalam logam las tinggi.

Penyertaan Terak: Penyertaan terak mengacu pada keberadaan sisa terak di dalam logam las.

Penetrasi Tidak Memadai: Hal ini terjadi ketika tumpang tindih logam las internal dan eksternal tidak memadai, terkadang mengakibatkan penetrasi tidak lengkap. Kondisi ini dikenal sebagai penetrasi tidak memadai.

Undercutting: Undercutting adalah pembentukan alur berbentuk V di sepanjang garis tengah las pada tepinya. Hal ini terjadi karena pengaturan kecepatan, arus, dan tegangan pengelasan yang tidak tepat. Di antara faktor-faktor ini, kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi lebih mungkin menyebabkan undercutting daripada pengaturan arus yang tidak sesuai. Terjadinya undercutting pada pipa spiral lebih tinggi daripada pada pipa las lurus busur terendam umum karena konfigurasinya yang unik.