I. Gambaran Umum Pipa Galvanis
Untuk meningkatkan ketahanan korosi pada pipa baja, pipa tersebut mengalami proses galvanisasi. Pipa galvanis (pipa baja galvanis) dibagi menjadi jenis galvanis celup panas dan galvanis dingin. Pipa galvanis celup panas memiliki lapisan tebal dan seragam dengan daya rekat kuat dan masa pakai yang lama. Sebaliknya, pipa galvanis dingin, meskipun harganya lebih murah, memiliki permukaan yang kasar dan ketahanan korosi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pipa galvanis celup panas, yang menyebabkan pipa tersebut secara bertahap menghilang.
Di gedung-gedung tua di Tiongkok, pipa galvanis banyak digunakan, dan terus menjadi pilihan untuk pipa gas dan pemanas besi. Namun, seperti pipa air, pipa galvanis menumpuk karat dan kerak dari waktu ke waktu, mencemari perlengkapan dan mendorong pertumbuhan bakteri pada dinding bagian dalamnya yang kasar. Yang lebih mengkhawatirkan, korosi dapat meningkatkan kadar logam berat dalam air, menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, beberapa negara maju mulai mengembangkan bahan pipa baru dan secara bertahap melarang penggunaan pipa galvanis. Demikian pula, Kementerian Konstruksi Tiongkok dan tiga kementerian lainnya secara tegas melarang penggunaan pipa galvanis sejak tahun 2000 dan seterusnya. Saat ini, pipa air dingin di daerah pemukiman yang baru dibangun jarang menggunakan pipa galvanis, sementara beberapa pipa air panas masih menggunakannya.
Pipa galvanis diklasifikasikan menjadi pipa baja galvanis celup panas dan pipa baja galvanis dingin, yang terakhir akan segera dihilangkan.
Pipa Galvanis Celup Panas/Pipa Baja Galvanis Celup Panas
Galvanisasi celup panas melibatkan reaksi logam cair dengan substrat besi untuk membentuk lapisan paduan, sehingga mengikat substrat dan pelapis. Proses pembuatannya dimulai dengan pengawetan pipa baja untuk menghilangkan oksida besi dari permukaannya, diikuti dengan pembersihan dalam bak larutan amonium klorida atau seng klorida (atau campuran keduanya). Pipa kemudian direndam dalam bak galvanisasi celup panas.
Pipa baja galvanis celup panas mengalami reaksi fisik dan kimia yang kompleks antara substrat baja dan lapisan cair, sehingga menghasilkan lapisan paduan seng-besi yang kuat dan tahan korosi. Lapisan paduan ini terintegrasi dengan lapisan seng murni dan substrat baja, sehingga pipa baja galvanis celup panas memiliki keunggulan seperti lapisan yang seragam, daya rekat yang kuat, dan masa pakai yang lama.
Pipa Galvanis Dingin/Pipa Baja Galvanis Dingin
Galvanisasi dingin, yang juga dikenal sebagai galvanisasi elektro, menghasilkan lapisan seng minimal hanya 10-50 g/m2, sehingga menghasilkan ketahanan korosi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pipa galvanis celup panas. Produsen pipa galvanis yang memiliki reputasi baik biasanya menghindari galvanisasi elektro (galvanisasi dingin) untuk memastikan kualitas. Hanya fasilitas skala kecil dan ketinggalan zaman yang memilih metode ini karena biayanya yang lebih rendah. Pada pipa baja galvanis dingin, lapisan seng dilapisi secara terpisah pada substrat baja dan rentan terkelupas karena ketipisannya, yang menyebabkan ketahanan korosi yang buruk. Akibatnya, pipa baja galvanis dingin telah dilarang digunakan sebagai pipa pasokan air dan gas di tempat tinggal yang baru dibangun.




